Thufail adalah seorang tokoh yang
ditaati oleh kaumnya, Bani Daus, ia meminta ijin Nabi SAW untuk mendakwahkan
Islam kepada kaumnya, dan beliau menyetujuinya. Ia juga meminta Nabi SAW
mendoakannya agar Allah SWT memberikan suatu tanda sebagai penolong dalam usaha
dakwahnya, dan beliau juga mendoakannya.
Ketika sampai di kalangan kaumnya,
pertama kali ia mendakwahi keluarganya. Ayah dan istrinya menyambut ajakannya
memeluk Islam, sedang ibunya menundanya. Tidak mudah bagi Thufail mengajak
kaumnya memeluk Islam, beberapa orang bahkan mendustakan dan memusuhinya
karena dakwahnya tersebut.
Dalam perjalanan pulang ke kaumnya, ia
kemalaman di suatu tempat di antara dua gunung. Dalam kegelapan malam itu,
tiba-tiba muncul sinar di antara dua matanya. Thufail merasa ini adalah
pengabulan doa Nabi SAW atas tanda yang dimintanya. Tetapi ia khawatir kalau
adanya sinar di wajahnya justru dianggap kaumnya sebagai hukuman karena ia
memecah belah kaumnya dengan dakwah islamnya itu, karena itu ia berdoa kepada
Allah agar sinar itu dipindahkan dari wajahnya. Allah mengabulkan doanya, dan
sinar itu berpindah ke ujung cambuknya.
Setelah beberapa waktu lamanya berdakwah
hanya beberapa orang saja menyambut ajakannya memeluk Islam, sebagian besar
malah memusuhinya. Ia kembali menemui Nabi SAW di Makkah, dan berkata, “Ya
Rasulullah, doakanlah kebinasaan untuk Bani Daus, karena kebanyakan dari mereka
mendustakanmu…!!”
Nabi SAW tersenyum mendengar permintaan
Thufail tersebut, kemudian mengangkat tangan beliau dan berdoa, "Ya Allah,
berilah hidayah kepada Daus.."
Setelah itu beliau berpaling kepada
Thufail dan bersabda, "Kembalilah engkau kepada kaummu, serulah mereka
kepada Islam dengan lemah lembut."
Thufail sangat terkesan dengan sikap
beliau tersebut. Ia segera kembali ke kampungnya, dan mendakwahi kaumnya dengan
sabar dan lemah lembut. Pada tahun 7 hijriah, ia berhijrah ke Madinah dengan
tujuh puluh atau delapanpuluh keluarga yang semuanya telah memeluk Islam,
termasuk di antaranya Abu Hurairah. Saat itu Nabi SAW dan sahabat-sahabat
beliau sedang dalam peperangan Khaibar, maka mereka, kecuali wanita dan
anak-anak, segera menyusul dan ikut terjun dalam pertempuran melawan kaum
Yahudi tersebut.
Thufail meninggal pada masa kekhalifahan
Abu Bakar ash Shididiq, ia syahid dalam perang Yamamah, peperangan dalam rangka
menumpas nabi palsu, Musailamah al Kadzdzab.
Wallahu a'lam.

No comments:
Post a Comment