Saturday, 4 May 2013

HAMZAH QATHA' DAN HAMZAH WASHAL PADA MUSH-HAF RASM UTSMANY

Hamzah qatha' dan Hamzah washal merupakan bagian penting yang harus diketahui oleh setiap pembaca Al-Quran untuk mencapai tilawah yang baik dan benar. Pembahasan ini menjadi lebih dibutuhkan karena adanya perbedaan cetakan mush-haf antara satu negeri dengan negeri yang lain, khususnya penulisan Hamzah washal di awal kalimat.       

Mush-haf  Rasm Utsmany atau biasa dikenal dengan mush-haf cetakan Timur Tengah, yang  banyak beredar di masyarakat Indonesia, tidak dilengkapi dengan harakat karena mengikuti kaedah penulisan yang aslinya, sehingga menimbulkan masalah bagi pembaca Al-Qur'an yang tidak mengerti bahasa Arab.        

 Hamzah qatha’ 
 (
أ ; ء )  

Hamzah qatha’
 bentuknya seperti bentuk kepala Ain ( أ ; ء )  yaitu berupa hamzah yang selalu diucapkan dengan berharakat fathah, dhommah atau kasrah. Tidak gugur pengucapannya baik di awal permulaan kalimat atau ditengah-tengah kalimat. Dan tidak gugur sekalipun berada diantara dua kalimat yang tersambung,  tertulis di atas Alif bilamana berharokat fathah atau dhammah, dan dibawah Alif bilamana berharakat kasrah.     

 

Contoh berikut ini, mungkin akan memperjelas pemahaman tentang Hamzah qatha’. Huruf yang ditampilkan dengan warna biru, itulah yang disebut dengan Hamzah qatha’. Sementara itu huruf yang ditampilkan dengan warna hijau disebut dengan Alif, sedangkan huruf berwarna merah disebut sebagai Hamzah washal.


Hamzah Washal  (  )       

Hamzah Washal, bentuknya seperti bentuk kepala  shod 
 (  ),  adalah huruf hamzah yang apabila berada paling awal ia  dibaca dan  berbunyi a, i dan u dan ketika ada ditengah tidak terbaca. Hamzah Washol adalah Hamzah zaidah berfungsi sebagai perantara atau penyambung kepada pengucapan huruf mati atau sukun yang berada setelahnya. Hamzah Washol terdapat pada kalimah fi’il, kalimah isim maupun kalimah huruf.

Hamzah Washol berada di dua tempat. Ia muncul sebagai tanda kata benda bersamaan dengan huruf Lam ( ا  dan ل ) ia selalu dibaca “a” (fathah). Ia juga muncul sebagai tanda kata kerja perintah (fi’il amr), dan ia dibaca dengan bunyi  “i” (kasrah) atau  “u” (dhommah).

Contoh Hamzah washal yang dibaca berbunyi “a” (fathah)

Contoh Hamzah washal yang dibaca berbunyi “i” (kasrah)
Contoh Hamzah Washal Yang Dibaca “u” (dhommah)
Contoh Hamzah washal yang dibaca berbunyi “ni” (nun kasrah)    

Hamzah Washal di tengah bacaan tidak dibaca, namun muncul bunyi “ni” (nun kasrah) karena hamzah washal didahului huruf bertanwin.
Contoh Hamzah washal pada kata benda (isim), selalu dibaca berbunyi “i” (kasrah)
Contoh berikut ini, mungkin akan memperjelas pemahaman tentang Hamzah washal. 
Huruf yang ditampilkan dengan warna merah, itulah yang disebut dengan Hamzah washal. Sementara itu huruf yang ditampilkan dengan warna hijau disebut dengan Alif, sedangkan huruf berwarna biru disebut sebagai Hamza qatha'.

Wallahu a`lam.

No comments: