Ketika si kecil demam, kadang-kadang membuat Bunda sedikit panik. Apalagi
bagi muslimah La Tansa DS yang baru mendapat anugerah anak pertama. Perlu dipahami
bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan tanda sistem pertahanan tubuhnya
sedang aktif bekerja. Tak jarang tubuh bayi terasa hangat dan jika diukur hanya
naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika bayi panas lebih dari 37 derajat Celcius,
maka bayi dikatakan demam.
Penyebab umum demam pada bayi adalah infeksi, terutama
infeksi virus. Bila tubuhnya mampu mengatasi infeksi tersebut, suhu tubuhnya
akan kembali normal dengan sendirinya. Ibu tetap bisa tenang, apalagi jika saat
demam mereda, anak relatif masih aktif atau main-main, dan tampak riang. Berikut beberapa tips atasi demam pada bayi ketika suhunya semakin naik:
- Ukur suhu tubuhnya. Lakukan
melalui ketiak, telinga atau anus. Jangan mengukur suhu tubuh bayi sehabis mandi, karena suhu yang
terukur lebih rendah dari sushu sebenarnya.
- Bila demam tidak terlalu tinggi
(kurang dari 37,5 derajat celcius), tak perlu dikompres. Susui saja
sesering mungkin untuk mencegah terjadinya dehidarasi atau kekurangan
cairan.
- Bila demamnya tinggi (lebih dari
38 derajat Celsius) atau ia gelisah, hindari memberinya obat penurun demam
sebelum Anda mengonsultasikannya dengan dokter. Buat ia nyaman dengan
mengompresnya dengan air hangat di bagian ketiak dan lipatan pahanya.
- Pakaikan baju yang tipis, hindari
membedong atau membungkusnya dengan selimut. Usahakan agar bayi berada di ruangan yang nyaman,
sirkulasi udaranya baik dan suhunya tidak pengap atau suhu ruang panas.
- Jika suhu tubuh lebih dari 38 derajat
celcius, untuk bayi di bawah 1 bulan suhu tubuhnya
lebih dari 37,5 derajat celcius, olesi bibir dan mulut bayi dengan madu
atau sari kurma. Shalat dan berdoalah kepada Allah.
Demikian tips atasi demam pada bayi, semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment