Terdapat beberapa hadits yang
meganjurkan untuk mengeraskan bacaan Al Qur'an, diantaranya ;
مَا أَذِنَ اللهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ
لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ، يَجْهَرُ بِهِ
"Tidaklah Allah berkenan mendengarkan sesuatu seperti Ia mendengar nabi-Nya yang membaguskan suaranya ketika membaca al Quran sambil melagukannya, kemudian ia mengeraskan bacaannya tersebut". (Shohih Muslim, No.792, Sunan An Nasa'i, No.1017, Sunan Abu Dawud, No.1473)
Dan ada juga hadits yang menjelaskan keutamaan membaca Al Qur'an dengan suara pelan ;
الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ،
كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ، وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ، كَالْمُسِرِّ
بِالصَّدَقَةِ
“Orang yang mengeraskan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang terang-terangan dalam bersedekah. Dan orang yang melirihkan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang sembunyi-sembunyi dalam bersedekah.” (Sunan Abu Daud, No. 1333, Sunan At- Tirmidzi, No. 2919, Sunan An-Nasa'i, No.2561)
Sekilas memang terdapat kontradiksi (pertentangan) diantara hadits-hadits
tersebut, namun sebenarnya tidak, sebab keutamaan membaca dengan suara keras
atau pelan itu tergantung dari orangnya. Imam Ghozali dan Imam Nawawi
menjelaskan bahwa untuk membaca Al Qur'an dengan suara pelan itu lebih baik
bagi orang yang mengkhawatirkan dirinya akan membaca Al Qur'an dengan bacaan
yang dibuat-buat (tashonnu'), ujub (membanggakan dirinya) dan riya' (pamer)
ketika membacanya dengan keras atau bacaan Al Qur'annya mengganggu orang yang
sedang sholat.
Sedangan bagi orang yang tidak mengkhawatirkan dirinya melakukan hal-hal
diatas, maka lebih baik baginya untuk untuk membaca Al Qur'an dengan suara
keras, apalagi jika pembacaan Al Qur'an tersebut dilakukan bersama-sama, sebab
amal yang kemanfaatannya bisa dirasakan orang lain itu lebih utama daripada
amal yang manfaatnya hanya bisa dirasakan diri sendiri. Dan dengan membaca Al Qur'an
dengan suara keras akan "membangunkan" hati orang yang membaca dan
juga orang yang mendengarnya. Begitu juga membaca dengan keras akan membuat
orang yang membaca semakin bersemangat. Semakin banyak niat baik saat membaca Al
Qur'an dengan suara keras apkan semakin banyak pula pahala yang ia dapatkan.
Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa mengeraskan bacaan Al Qur'an dengan
niat-niat yang baik seperti yang terdapat pada deskripsi masalah diatas itu
dianjurkan, namun tentunya dengan selalu menjaga hati agar tidak terjangkit
sifat-sifat hati yang tercela seperti ujub dan sebagainya. Wallohu A'lam.
1. At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur'an, Hal :104-108
2. Ihya' Ulumiddin, Juz : 1 Hal : 278-279

No comments:
Post a Comment