Sahabat La TANSA Digital System, termasuk ke dalam Rukun Iman adalah
mengimani malaikat. Di antara berbagai peran malaikat yang istimewa adalah
memberikan syafa’at kepada orang-orang yang dicintai Allah Subhanahu wa
Ta’ala dan memohonkan ampun bagi orang-orang mu’min. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiyaa’
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَقَالُوا
اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ (٢٦) لا
يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ (٢٧) يَعْلَمُ مَا
بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يَشْفَعُونَ إِلا لِمَنِ ارْتَضَى
وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ (٢٨)
“Sebenarnya
(malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak
mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya.
Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang di belakang
mereka, dan mereka tidak memberikan
syafa’at melainkan kepada orang – orang
yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena
takut kepada-Nya” (Q.S. Al-Anbiyaa’: 26-28)
Kemudian, dalam surah Al-Ahzâb Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ
وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ
بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Dialah
yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang
terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzâb: 43)
Maasyaa Allah, alangkah
bahagianya menjadi orang-orang yang dicintai para malaikat, mendapatkan
syafa’at, pertolongan, dan doannya.
Oleh karena itu, mari kita resapi hadits berikut ini mengenai golongan yang didoakan oleh
malaikat:
1. Orang Yang
Tidur Dalam Keadaan Suci.
أخبرنا محمد بن صالح بن ذريح حدثنا أبو عاصم أحمد بن جواس الحنفي، حدثنا ابن
المبارك، عن الحسن بن ذكوان، عن سليمان الأحول، عن عطاء، عن ابن عمر، قال : قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِيْ
شِعَارِهِ مَلَكٌ فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلاَّ قَالَ الْملَكُ : اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلاَنٌ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.(رواه ابن حبان : 1057- صحيح
ابن حبان – باب فضل الوضوء- الجزء : 5 – صفخة : 98)
Muhammad bin
Shalih bin Dzarihmengabrkan kepada kami, Abu Ashim, yaitu Ahmad bin Jawas
Al-Hanafi bercerita kepada kami, Ibnu Al-Mubarak bercerita kepada kami, dari
Hasan bin Dzakwan, dari Sulaiman Al-Ahwal, dari ‘Atha’, dari Ibnu Umar, ia
berkata : Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yang tidur dalam
keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan
bangun hingga malaikat berdo’a : Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si Fulan karena
tidur dalam keadaan suci. (HR. Ibnu Hibban : 1057, Shahih Ibnu
Hibban, bab fadhlil-Wudhu’, juz 5, hal. 98)
2. Orang Yang Sedang Duduk
Menunggu
Waktu Salat
حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي
يُونُسُ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ الْمُرَادِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ
اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ هُرْمُزَ عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
: أَحَدُكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ فِي صَلَاةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ
تَدْعُو لَهُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ. (رواه
مسلم : 1063 – صحيح مسلم - بَاب فَضْلِ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ وَانْتِظَارِ
الصَّلَاةِ – الجزء : 3 – صفحة : 409)
Harmalah bin
yahya bercerita kepadaku, Ibnu Wahab mengabarkan kepada kami, Yunus mengabarkan
kepadaku, dan Muhammad bin Salamah Al-Muradi bercerita kepadaku, Abdullah bin
Wahab bercerita kepada kami, dari Yunus, dari Ibnu Syihab, dari Hurmuz, dari
Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda : Salah seorang kamu
yang duduk menunggu salat, selama ia tidak berhadas, maka para malaikat akan
mendo’akannya : Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.(HR.
Muslim : 1063, Shahih Muslim, Bab fadhli Shalatil Jama’h wan-tidzarisa shalah,
juz 3, hal. 409)
3. Orang Yang
Berada Di Shaf Terdepan
Dalam Shalat Berjamaah.
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ وَأَبُو عَاصِمِ بْنُ جَوَّاسٍ
الْحَنَفِيُّ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ طَلْحَةَ الْيَامِيِّ
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْسَجَةَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ
اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَلِ (رواه ابو
داود :568 – سنن ابو داود : باب تسوية الصفوف – الجزء : 2و صفحة : 307)
Hannad bin
As-Sariyyi dan Abu ‘Ashim bin Jawwas Al-Hanafi bercerita kepada kami, dari Abu
Al-Ahwash, dari Manshur, dari Thalhah Al-Yaami, dari Abdurrahman bin ‘Awsajah,
dari Al-Barra’ bin ‘Aazib, ia berkata : Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdo’a) untuk orang-orang yang berada
pada shaf-shaf awal (terdepan). (HR.Abu Daud : 568, Sunan Abu
Dawud, bab Taswiyatush-Shufuf, juz 2, hal.307)
4. Orang Yang
Menyambung (Merapatkan)
Shaf Pada
Salat Berjamaah
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ وَمَنْ سَدَّ
فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً(رواه ابن ماجه : 985 – سنن ابن ماجه - بَاب
إِقَامَةِ الصُّفُوفِ – الجزء : 3 – صفحة : 367)
Hisyam bin
Ammar bercerita kepada kami, Ismai’il bin ‘Ayyasy bercerita kepada kami, Hisyam
bin Urwah bercerita kepada kami, dari ayahnya dari Aisyah, ia berkata :
Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya
selalu bershalawat (berdo’a) untuk orang-orang yang menyambung shaf-shaf. Dan
barangsiapa yang menutup (merapatkan) shaf-shaf, maka derajatnya pasti akan
diangkat oleh Allah. (HR. Ibnu Majah : 985, Sunan Ibnu Majah, Bab
Iqamatush-Shufuf, juz 3, hal. 367)
5. Para Malaikat
Mengucapkan ‘Amin’ Ketika Seorang
Imam Selesai
Membaca Al Fatihah.
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى
أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا قَالَ
الْإِمَامُ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ فَقُولُوا آمِينَ
فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ
مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البحاري : 740- صحيح البخاري - بَاب جَهْرِ الْمَأْمُومِ
بِالتَّأْمِينِ – الجزء : 3 - صفحة : 348)
Abdullah bin
Maslamah bercerita kepada kami, dari Malik dari Sumiyy bekas budak yang
dimerdekakan Abu Bakar, dari Abu Shalih As-Samman, dari Abu Hurairah, bahwa
Rasulullah saw bersabda : Jika seorang Imam membaca ‘ghairil
maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’,
karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia
akan diampuni dosanya yang lalu. (HR.Bukhari : 740, Shahih
Bukhari, Bab Jahril Ma’mum Bit-Ta’min, juz 3, hal.348)
6. Orang Yang
Duduk Di Tempat Salatnya
Setelah
Melakukan Salat
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
:صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَنْ صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ
دَرَجَةً وَالْمَلَائِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِهِمْ مَا دَامَ فِي مَجْلِسِهِ
الَّذِي صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ (رواه احمد : 7121 – مسند
احمد – باب مسند ابي هريرة – الجزء : 9 – صفحة : 449)
Abu Mu’awiyah
bercerita kepada kami, Al-A’masy bercerita kepada kami, dari Abu Shalih, dari
Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Salat seseorang
yang dilakukan dengan berjama’ah pahalanya bertambah dari salat yang dilakaukan
di rumahnya sebanyak dua puluh sekian derajat, dan para malaikat akan
bershalawat (mendo’akan) salah seorang diantara mereka selama ia ada di tempat
salatnya dimana ia melakukan salat, para malaikat berkata : Ya Allah ampunilah
dan sayangilah ia, ya Allah terimalah tobatnya selama ia belum berhadas. (HR.Ahmad
: 7121, Musnad Ahmad, Bab Musnad Abu Hurairah, juz : 9, hal. 449)
7. Orang Yang
Melakukan Salat Subuh
Dan ‘Ashar
Berjama’ah
حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنِ
الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : تَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ قَالَ فَيَجْتَمِعُونَ
فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ قَالَ فَتَصْعَدُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَتَثْبُتُ
مَلَائِكَةُ النَّهَارِ قَالَ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ قَالَ
فَيَصْعَدُ مَلَائِكَةُ النَّهَارِ وَتَثْبُتُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ قَالَ
فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ : كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي قَالَ فَيَقُولُونَ
أَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ قَالَ
سُلَيْمَانُ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَدْ قَالَ فِيهِ فَاغْفِرْ لَهُمْ يَوْمَ
الدِّينِ.(رواه احمد : 8787 – مسند احمد – باب مسند ابي هريرة – الجزء : 18 – صفحة
: 329)
Muawiyah bin
‘Amer bercerita kepada kami, ia berkata : Zaaidah bercerita kepada kami, dari
Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw beliau
bersabda : Para malaikat siang dan malam berkumpul pada saat salat
subuh, dan salat ‘Ashar. Beliau bersabda : Para malaikat yang sudah bertugas
malam hari berkumpul di salat fajar. Beliau bersabda : Malaikat yang berjaga
malam hari naik ke (ke langit), dan malaikat yang bertugas pada siang hari
tetap tinggal. Beliau bersabda : Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu
salat ‘ashar. Beliau bersabda : Malaikat yang ditugaskan pada siang hari naik
(ke langit), sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal.
Beliau bersabda : Allah bertanya kepada mereka : Bagaimana kalian meninggalkan
hamba-Ku? Beliau bersabda : Mereka menjawab : Kami mendatangi mereka, sedangkan
mereka sedang melakukan salat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka
sedang melakukan salat. Sulaiman berkata : Saya tidak mengetahuinya kecuali ia
berkata : Ampunilah mereka pada hari kiamat. (HR. Ahmad, Musnad
Amad, Bab musnad Abu Hurairah, juz 18, hal. 329)
8. Orang Yang
Mendoakan Saudaranya Tanpa
Sepengetahuan
Orang Yang Didoakan.
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ
صَفْوَانَ اِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ : دَعْوَةُ
الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ
رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ
الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ. (رواه مسلم : 4914 - صحيح مسلم -
بَاب فَضْلِ الدُّعَاءِ لِلْمُسْلِمِينَ بِظَهْرِ الْغَيْبِ – الجزء :
13- صفحة :271)
Ishaq bin
Ibrahim bercerita kepada kami, ‘Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami,
Abdulmalik bin Abi Suylaiman bercerita kepada kami, dari Zubair bin Shafwan,
bahwa sesungguhnya Nabi saw, bersabda : Doa seorang muslim untuk
saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah
mustajabah (dikabulkan). Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil
baginya, setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka
malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia
dapatkan. (HR.Muslim : 4914, Shahih Muslim, Bab Fadhlid-duaa
Lil-Muslim Bidhahril-ghaibi, juz 13, hal.271)
9. Orang-Orang Yang
Berinfak.
حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنِي
سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي مُزَرِّدٍ
عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ
الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ
أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا. (رواه
مسلم : 4914 - صحيح مسلم -بَاب فِي الْمُنْفِقِ وَالْمُمْسِكِ– الجزء : 5- صفحة :
182)
Al-Qasim bin
zakaria bercerita kepadaku, Khalid bin Makhlad bercerita kepada kami, Sulaiman,
yaitu Ibnu Bilal bercerita kepadaku, Muawiyah bin Abi Muzarrid bercerita
kepadaku, dari Said bin Yasar, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah saw
bersabda : Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada
padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya
berkata : Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak. Dan lainnya
berkata : Ya Allah, berikanlah kehancurann bagi orang yang pelit. (HR.
Muslim : 4914, Shahih Muslim, Bab Fil-Munfiq wal-Mumsik, juz 5, hal. 182)
10. Orang Yang
Sedang Makan Sahur.
حدثنا
محمد بن الربيع حدثنا يوسف بن أبي طيبة حدثنا إدريس بن يحيى الخولاني، حدثني عبد
الله بن عياش بن عباس القتباني، عن عبد الله بن سليمان الطويل ، عن نافع ، عن ابن
عمر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ. (رواه الطبراني : 6621 – المعجم
الأوسط للطبراني - باب الميم من اسمه محمد – الجزء : 14 – صفحة : 199)
Muhammad bin
Ar-Rabi’ bercerita kepada kami, Yusuf bin Abi Thaibah bercerita kepada kami,
Idris bin Yahya Al-Khaulany bercerita kepada kami, Abdullah bin ‘Iyasy bin
Abbas Al-Qatbany bercerita kepadaku, dari Abdullah bin Sulaiman Ath-Thawil dari
Nafi’ dari Ibnu Umar ia berkata : Rasulullah saw bersabda :Sesungguhnya
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang
makan sahur.(HR.Thabrani : 6621, Asl-Mu’jam Al-Awsath Lith-Thabrany,
Babul mim min ismi Muhammad, juz 14, hal.199)
11. Orang Yang
Sedang Menjenguk Orang Sakit
حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ
عَطَاءٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ عَمْرَو بْنَ حُرَيْثٍ عَادَ
الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : مَا
مِنْ مُسْلِمٍ عَادَ أَخَاهُ إِلَّا ابْتَعَثَ اللَّهُ لَهُ سَبْعِينَ أَلْفَ
مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ مِنْ أَيِّ سَاعَاتِ النَّهَارِ كَانَ حَتَّى يُمْسِيَ
وَمِنْ أَيِّ سَاعَاتِ اللَّيْلِ كَانَ حَتَّى يُصْبِحَ. (رواه احمد : 715 – مسند
احمد –باب من مسند علي بن ابي طالب – الجزء : 2 – صفحة : 221)
Yazid
bercerita kepada kami, Hammad bin Salamah bercerita kepada kami, dari ya’la bin
‘Atha’, dari Abdullah bin Yasar, bahwa Amer bin Huraits menjenguk Hasan bin Ali
ra. Ali ra berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda :Tidaklah
seorang mukmin yang menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000
malaikat untuknya yang akan bershalawat (berdoa) kepadanya di waktu siang kapan
saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.(HR.Ahmad
: 715, Musnad Ahmad, bab Musnad Ali bin Abi Thalib, juz 2, hal. 221)
12. Seseorang
Yang Sedang Mengajarkan
Kebaikan
Kepada Orang Lain
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ حَدَّثَنَا
سَلَمَةُ بْنُ رَجَاءٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ جَمِيلٍ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ
أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ : ذُكِرَ
لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا
عَابِدٌ وَالْآخَرُ عَالِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى
أَدْنَاكُمْ - ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى
النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ
النَّاسِ الْخَيْرَ.(رواه الترمذي : 2609 – سنن الترمذي- بَاب
مَا جَاءَ فِي فَضْلِ الْفِقْهِ عَلَى الْعِبَادَةِ – الجزء : 9 – صفحة :
299)
Muhammad bin Al-A’la Ash-Shan’ani bercerita kepada kami, Salamah bin
raja’bercerita kepada kami, AlWalid bin Jamil bercerita kepada kami, Al-Qasim,
yaiotu Abu Abdirrahman bercerita kepada kami, dari Abu Umamah Al-Bahili, ia
berkata : Dituturkan kepada Rasulullah saw dua orang laki-laki, salah satunya
adalah seorang ahli ibadah, dan yang lain adalah seorang yang alim (berilmu),
lalu Rasulullah saw bersabda : Keutamaan seorang alim atas seorang
ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara
kalian.Kemudian Rasulullah saw bersabda lagi : Sesungguhnya
para malaikat, penghuni langit, bumi, semut yang di dalam lubangnya dan bahkan
ikan, semuanya bershalawat (berdo’a) untuk orang yang mengajarkan kebaikan
kepada orang lain. (HR.Tirmidzi : 2609, Sunan Tirmidzi, Bab Maa
jaa-a fii fadhlil fiqhi alal-ibaadati, juz 9, hal.299)
Wallahu a'lam.

No comments:
Post a Comment