Kalau tidak
sangat terpaksa sebaiknya tidak keluar rumah saat gugusan debu vulkanik masih
menyelimuti kawasan sekitar kita. Namun, bila terdesak harus mengambil
keputusan berkendara dengan mobil, ada beberapa tips yang harus dicermati
sebelum melakukan perjalanan.
1.
Informasi
Hal pertama
yang harus dilakukan adalah menggali informasi terkini dari warga terdekat
dengan lokasi, jangan hanya mengandalkan pemberitaan media.
2. Kurangi
tekanan angin ban
Debu bisa
menutupi permukaan jalan. Tekanan angin di ban dikurangi agar mobil mendapatkan
daya cengkeram yang baik. “Misalnya tekanan ban 35 psi, dikempiskan hingga 28
psi,”.
3. Bawa
saringan udara dan bahan bakar cadangan
Masalah yang
paling umum terjadi adalah penumpukan debu di saringan udara. Solusinya,
perangkat itu harus rajin dibersihkan ketika berhenti, atau langsung diganti ketika
sudah tidak bisa digunakan. Selain itu, untuk mengantisipasi terhentinya
aktivitas SPBU di sekitar lokasi bencana, siapkan bensin cadangan untuk
perjalanan jauh.
4. Wiper
Pastikan
penyapu kaca berfungsi dengan baik. Cek juga kondisi air di tangki penyimpanan.
Debu beterbangan akan menempel dan pasti menggores halus kaca ketika wiper bekerja.
Air bisa sedikit mengurangi dampaknya.
5. Menyalakan
Lampu
Selain sebagai
penerangan, lampu juga menandakan kehadiran mobil. “Lampu standar lebih fokus
ketimbang jenis LED,”.
6. Pastikan
semua kaca tertutup
Partikel debu
vulkanis yang masuk ke kabin berpotensi terhirup saluran pernapasan.
7. Engine
Brake
Kerja rem
bisa berkurang karena disusupi debu. Oleh karenanya, selalu jaga jarak aman
agar bisa mengandalkan engine brake.

No comments:
Post a Comment